Label, Ingatan, dan Invisibilitas: Dilema Identitas Seorang Taiwan di Indonesia
“Impossible Subject Position” di Bawah Cahaya Bulan Tropis Selama dua tahun tinggal di Yogyakarta, lanskap keseharian yang paling akrab bagiku selalu dipenuhi oleh kelembapan khas daerah tropis dan asap pembakaran sampah yang perlahan menyebar di udara pagi. Pada malam Festival Pertengahan Musim Gugur tahun lalu, aku duduk di depan restoran kecil milik sesama perantau Taiwan bernama Pranoto. Sambil membolak-balik sate di atas bara api, ia dengan teliti memastikan kepada istrinya yang berasal dari Indonesia, Siti, mengenai beberapa mooncake yang sengaja mereka pesan—berisi pasta biji teratai, kacang merah, dan kuning telur asin. Di atas meja juga tersaji Gudeg , masakan tradisional Jawa yang disiapkan istrinya untuk malam itu. Sekilas, pemandangan tersebut tampak seperti narasi harmonis tentang integrasi lintas budaya. Namun ketika berada di tengah suasana itu, aku justru merasakan semacam dislokasi eksistensial yang sangat dalam. Di era ketika globalisasi, mobilitas lint...